Home / Kriminal

Senin, 12 Oktober 2020 - 21:23 WIB

Aliansi Mahasiswa Gelar Unjuk Rasa Lanjutan Terkait UU Ciptaker

Palembang|PencanangNews.co.id– Aliansi mahasiswa kembali menggelar aksi unjuk rasa penolakan UU Ciptaker. Untuk menghindari kerusuhan pihak kepolisian memblokade jalan dengan kawat berduri.
Aksi mahasiswa yang digelar di simpang DPRD Sumsel berlangsung aman terkendali, dan akhirnya Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati dengan pengawalan ketat menemui mahasiswa.

Ketua DPRD Sumsel, RA Anita Noeringhati mengatakan kepada mahasiswa, pihaknya akan segera menindaklanjuti ke Presiden maupun ke DPR RI.

“Disini DPRD Sumsel menyampaikan aspirasi dengan melampirkan surat yang sudah saya tanda tangani mengenai tuntutan penolakan UU Ciptaker dari mahasiswa ke Presiden dan DPR RI. DPRD Sumsel bukanlah penentu keputusan, kewenangan tetap masih dari pusat,” ujar Anita didepan massa aksi mahasiswa, Senin (12/10/2020).

BACA  Dua Oknum Polisi Diduga Ancam Juru Parkir

Ditempat terpisah setelah aksi unjuk rasa selesai, Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs Syaiful Padli menanggapi aksi penolakan mahasiswa tentang UU Ciptaker.

“Perlu diluruskan bahwa arah pergerakan mahasiswa untuk kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi. Artinya setiap sesuatu yang diangkat menjadi narasi mahasiswa adalah untuk masyatakat. Kemudian yang perlu menjadi perhatian adalah fokus dari gerakan mahasiswa yaitu penolakan UU Ciptaker. Jadi jangan sampai menyimpang dari isu Omnibus Law itu sendiri,” kata Syaiful.

Dikatakan syaiful, isi dari substansi dari UU Ciptaker perlu dipahami dan dicermati.

BACA  Cegah Karhutbunlah, Pemkab Muba Siagakan Alat Berat Untuk Buka Lahan Pertanian

“Mahasiswa harus konsen pada substansinya, karena terdapat 1200 pasal di dalam UU tersebut. Bisa dikatakan ini adalah UU sapu jagat, artinya seluruh segmentasi berkaitan dengan investasi ada di UU ini dan banyak merugikan masyarakat itu sendiri. Maka kita harus cermat memahami isi dari substansi UU tersebut.

Syaiful juga berharap UU Ciptaker bisa direvisi atau lebih jauh dihapuskan. “Kalaupun UU ini diterapkan, kita hanya ingin mengimbau bahwasannya akibat dari UU ini diterapkan nantinya berdampak kepada para pekerja, ini yang kita takutkan dan jangan sampai hal ini terjadi,” harapnya. (Andre)

Share :

Baca Juga

Kriminal

Jadi Korban KDRT, Ibu Rumah Tangga Ini Laporkan Suaminya ke Polisi

Kriminal

Barang Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai Sumbagtim

Kriminal

Pelajar Tewas Gantung Diri di Pohon Karet

Kriminal

Tim Alap Alap Polsek Semende Ringkus Bandar Narkoba

Kriminal

DPD LAI Sumsel Minta Dewan Pers Usut Tuntas Pemberitaan Tentang DPC LAI Muara Enim

Infografis

Did You Know Your Eye Makeup Could Be Making You Sick?

Kriminal

Ditresnarkoba Polda Sumsel Musnahkan Ribuan Gram Sabu dan Ekstasi

Kriminal

Bocah 9 Tahun Ditemukan Tewas Terbawa Arus Sungai