oleh

Beredarnya Foto Diduga Money Politic di Rawas Ilir, Bawaslu Muratara: Bisa Dibilang Itu Hoax

-Kriminal-13 views

PALEMBANG|PencanangNews.co.id– Sebuah akun Facebook @Firli Gunawan membagikan informasi terkait tertangkapnya dua unit kendaraan yang diduga membawa uang puluhan juta di Desa Pauh, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musirawas Utara (Muratara). Dalam unggahan itu, akun ini menyebut bahwa mobil dan beberapa orang yang diamankan oleh Satgas Anti Money Politic ini diduga berafiliasi dengan salah satu (pasangan calon) Paslon.

Informasi ini di dapat, Tim Cek Fakta yang mencoba menggali kebenaran terkait unggahan ini. Hasilnya, pihak berwenang mulai dari Bawaslu hingga aparat kepolisian mengaku belum menerima secara pasti terkait informasi ini, bahkan pihak Bawaslu Muratara menyebut informasi ini cenderung hoax.

“Yang di Desa Pauh itu sampe saat ini belum dapat info (pasti). Kalau dilihat bisa dibilang itu hoax,” kata Komisioner Bawaslu Muratara, Munawir saat dikonfirmasi lewat telpon, Rabu (9/12/2020).

Bukan tidak beralasan hal ini, karena Munawir menuturkan, pihaknya telah menelusuri terkait informasi ini dengan menggerakkan petugas di Kecamatan (Panwascam) hingga ke desa. Selain itu, penyampaian informasi dalam Facebook ini tidak begitu jelas mengingat gambar yang dibagikan hanya berupa uang serta foto mobil jenis Grandmax yang nomor polisinya di sensor (coret-coret).

“Jika sampai saat ini kita belum menemukan. Kita sudah kerahkan Panwascam, pengawas desa untuk itu, tapi kita belum temukan infonya,” ujarnya.

Dia juga menambahkan, bahwa pihaknya juga belum menerima laporan langsung dari masyarakat.

Sementara, hingga saat ini pihak Bawaslu Muratara memang telah menerima dan menangani beberapa laporan. “Sampai saat ini (pilkada) berjalan aman, lancar,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Kapolres Muratara, AKBP Eko Sumaryanto. Meskipun demikian, pihaknya masih akan menyelidiki terkait kebenaran informasi yang telah beredar di Facebook ini.

“Hoax atau tidak kita gak tau, laporan ke Gakkumdu masalah itu belum ada. Secara global laporan ada, tapi yang itu belum ada. Kita masih telusuri betul atau tidak,” tegasnya. (Ocha)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya