oleh

BP2MI Palembang Ajak Stakeholder Terkait Imbau PMI Lakukan Regulasi Yang Benar Untuk Perlindungan

PALEMBANG| PencanangNews.co.id-
Coffee Morning UPT Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Palembang bersama Stakeholder yakni Disnakertrans, BPJS Ketenagakerjaan, Imigrasi serta rekan Media dengan tema “Lindungi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Ujung Rambut Sampai Ujung Kaki” di New Town Kopitiam Bukit Golf Palembang, Jum’at (5/3/2021).

Acara dihadiri Kepala Imigrasi Kelas I Provinsi Sumsel Azwar Anas, Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Disnakertrans Sumsel Andi Bobby, Kepala BP2MI Palembang Sri Harianti serta Peter Manggaris dari BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala BP2MI Palembang Sri Harianti SE MM menjelaskan, untuk pelindungan PMI sepenuhnya sudah disampaikan secara maksimal sesuai tugas dan perannya masing masing.

“Seperti BP2MI, Disnaker, Imigrasi, serta BPJS ketenagakerjaan merupakan bentuk pelindugan, jadi bagi PMI yang resmi akan memiliki persyaratan dari Stakeholder terkait, sehingga pelindungan mereka terpenuhi,” jelas Sri.

Untuk pemberangkatan PMI harus mengikuti beberapa persyaratan dari Disnaker, Dinas Imigrasi, BPJS Ketenagakerjaan, dan BP2MI. Kalau sudah tercatat semuanya dengan baik baru mereka bisa diberangkatkan. Itu bentuk pelindungan untuk PMI VVIP.

“Seperti kejadian beberapa waktu lalu ada 2 TKI yang meninggal dunia karena sakit, mereka menjadi TKI secara Ilegal sehingga tidak tercover di BPJS Ketenagakerjaan, jadi mereka tidak mendapatkan jaminan bantuan untuk keluarga. Pagi tadi kami dari BP2MI memberikan bantuan sosial bentuk kepedulian kita buat keluarga yang ditinggalkan,” ungkap Sri.

Sri menambahkan, untuk masyarakat yang ingin menjadi PMI keluar Negeri harus mengikuti prosedur secara resmi agar tidak terjadi hal seperti kejadian kemarin, serta bisa tercover oleh Stakeholder terkait, bagi masyarakat yang kurang paham bisa bertanya ke Disnaker atau BP2MI daerah setempat.

“Kita berharap kepada beberapa stakeholder terkait agar bisa mempertahankan kerjasama yang baik, sehingga kita bisa melakukan tugas dan fungsi kita sesuai dengan UU Nomor 18 tahun 2017,” tutupnya.

Dikesempatan yang sama, Kepala Imigrasi Kelas I Provinsi Sumsel Azwar Anas terkait pelayanan Imigrasi di masa pandemi Covid-19, dirinya mengatakan Imigrasi memiliki layanan Easy Passport.

“Easy Passport adalah pelayanan dimana petugas Imigrasi mendatangi perumahan, sekolah dan instansi terkait dengan catatan minimal 50 orang. Easy Passport ini memiliki arti bahwa cukup stay di tempatnya dan petugas Imigrasi yang akan mendatangi ke rumah- rumah, sekolah serta Instansi- instansi. Setelah proses pembuatan Passport selesai, petugas Imigrasi akan kembali mengantarkan Passport yang sudah dicetak,” terang Azwar. (Hanny)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya