oleh

Diduga Terdampak Pertambangan Batubara, Warga Muara Maung Keluhkan Air Sungai Kungkilang Berwarna Hitam

-Sumsel-42 views

MUARA ENIM|PencanangNews.co.id-Maraknya tambang batubara di Merapi Area, sehingga berdampak ke sungai air Kungkilan Desa Muara Maung, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat,

Hingga saat ini menjadi tanda tanya warga desa muara maung, dari mana asal limbah B3, hingga mencemari sungai Kungkilan bermuara kesungai Lematang,

Hal ini dikatakan aktivis lingkungan Anak Padi Syawan ditemui di kediamannya desa Muara Maung, Jumat (16/4/2021)

Syawan menuturkan ailran diduga dari beberapa perusahaan tambang batubara yang melakukan aktivitas tambang batubara di Merapi ada beberapa pemilik Ijin Usaha Pertambangan (IUP)
PT.Kasih Karya Agung (KKA) kontraktor adalah PT RUBS, PT.Bara Alam Utama (BAU) ,PT.Bumi Merapi Energi (BME) , PT.Muara Alam Sejahtera, ( MAS)

Sahwan selaku aktivis lingkungan menuturkan saya mulai melakukan ekspedisi dimulai tahun 2019, untuk menyuri sungai Kungkilan saat kami menyusuri sungai Kungkilan tenyata masuk dalam lokasi pertambangan PT.BAU, dan kondisi sungai Kungkilan mengalami pendangkalan, berlumpur, airnya keruh dan biodata airnya tidak tampak lagi.

Dala perjalanan ekspedisi pihak kami selama menyusuri sungai Kungkilan Diduga limbah B 3 PT.BAU minyak oli area work shop, dekat stok pile titik koordinat Norhing 03 4653 12 dan Esting 103 4O 32.08ucap ” Syawan membeberkan kepada wartawan, Jumat (16/4/2021)
Berdasarkan hasil ekspedisi kami tim Gerakan Pemuda Peduli Ayik Kungkilan tim banyak menemukan kerusakan sungai Kungkilan yang diduga disebabkan oleh limbah cair maupun limbah tanah disposal dan beberapa titik pemindahan sungai Kungkilan masuk konsesi tambang batubara milik PT. Bara Alam Utama (BAU). Kerusakan sungai Kungkilan diakibatkan oleh perusahaan pertambangan batubara yang telah beroperasi lebih sepuluh tahun ungkap ” Syawan.

Terpisah Andi Hermono saat dihubungi wartawan melalui pesan WA Jumat (16/4/2021)

” Terima kasih infonya mas, KKA memang ada tambang di yang lokasinya di desa Muara Maung, akan tetapi KKA tidak menggunakan Sungai . Kungkilan untuk kegiatan penambangan. Pengolahan limbah cair di KPL di keluarkan ke Sungai Gambir dan menuju ke Sungai Lawai.” Ini pesan balasan WhatsApp Andi Hermono dikirim pukul 13:42 wib.

Selanjutnya awak media ini mencoba menghubungi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lahat Ir Agus Salman melalui Kasi Pengaduan dan Penyelesaian Darmadi.SH via Aplikasi WhatsApp terkait permasalahan Di Duga kondisi sungai Kungkilan mengalami pendangkalan, berlumpur, airnya keruh yang di duga Limbah cair.

“Konfirmasi dengan Kabid saja Pak Edy”, Jawabnya.

Sementara itu Terkait permasalahan di atas awak mencoba Menghubungi Kepala Bidang 1 Pengaduan dan Penyelesaian melalui aplikasi WhatsApp Eddy Suroso SH Mei contreng Dua namun tidak di jawab, sampai berita ini di kirim belum ada jawaban dari Kabid yang membidangi.(Karel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya