oleh

Penyidik Memeriksa dan Minta Keterangan Saksi Atas Dugaan Pengerusakan Ruang Rektor dan Keuangan Universitas Bina Darma

-Kriminal-62 views

PALEMBANG|PencanangNews.co.id– Kasus pengerusakan ruang Rektor dan Keuangan Universitas Bina Darma (UBD) diduga dilakukan oleh Reza CS, saat ini terus bergulir.

Bahkan pelaporan tersebut, penyidik dari Unit Pidum Sat Reskrim Polrestabes Palembang saat ini telah memeriksa dan meminta keterangan saksi-saksi dari keamanan kampus.

Tidak hanya itu, pihak terlapor sendiri sudah dipanggil namun tidak hadir.

” Perkara ini sebenarnya sudah cukup lama dilaporkan, hanya saja beberapa kali terlapor (Reza Cs,red) dipanggil ke Polrestabes Palembang oleh penyidik untuk dimintai keterangan tetap tidak hadir. Sedangkan saksi yang tercatat petugas keamanan kampus hadir dan sudah diambil keterangannya,” ungkap

pelapor yang juga kuasa hukum Ketua Yayasan UBD, M Novel Suwa SH MH dibincangi usai mendampingi saksi di Polrestabes Palembang, Senin (22/3/2021) siang.

Dijelaskan Novel, pengerusakan ruang rektor dan keuangan sendiri, terjadi hari Sabtu (6/3/2021) sekitar pukul 10.00 wib di dalam kampus UBD. Yang mana hal ini berawal dari pergantian rektor yang dilakukan oleh Ketua Yayasan belum lama ini. Diduga tidak puas dengan hal ini, telapor berjumlah sekira 10 orang ini membuka paksa ruang rektor dan keuangan.

Dimana terlapor ,Reza CS yang juga dari pihak security ini merusak pintu serta gembok tersebut menggunakan obeng dan palu. Hanya saja, para pelaku tadi sempat ditahan oleh saksi yang juga security kampus.

Atas kejadian ini, gembok pintu ruang rektor dan juga keuangan kampus menjadi rusak. ” Kita di sini (Polrestabes Palembang, red) untuk mempertanyakan progres dari kasus yang dilaporkan ini,”ucapnya.

Kuasa hukum terlapor, M Zulkifli Yassin SH dikonfirmasi awak media membantah bila kliennya ini dituduh telah melakukan pengerusakan pintu atau ruang rektor dan keuangan. Yang mana hal ini, dilakukan kliennya sebab pada saat itu pintu ruangan rektor dan keuangan ini ditutup sepihak.

Bahkan kliennya juga sudah meminta ke pihak yayasan dan rektorat kunci ruangan dimaksud namun tidak diberikan. Oleh karena itu, pintu dibuka menggunakan obeng.

” Klien kami ini merupakan keamanan juga di UBD tersebut. Yang mana pada saat itu, membuka pintu ruangan dari rektor dan keuangan hanya memakai obeng saja. Semua tindakan tersebut kita ambil, sebab dari pihak yayasan secara sepihak menutup ruang rektor dan keuangan. Sedangkan kita ini juga telah meminta secara patut kunci dari ruangan tersebut, namun tidak juga diberikan.

Jadi kita juga sudah minta kunci tapi tidak diberikan, sehingga klien kami memakai obeng membuka pintu kedua ruangan tadi,” jelasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Eddy Rahmat Mulyana membenarkan ada laporan tersebut di Polrestabes Palembang dan saat ini kasus tersebut ditangani oleh Unit Pidum. Adapun progressnya sendiri, pihaknya sudah memanggil saksi dan terlapor untuk memberikan keterangan terkait peristiwa dilaporkan tersebut.

” Untuk kasusnya sendiri masih dalam pengembangan petugas. Hanya saja, kita sudah memanggil saksi dari pihak keamanan kampus yang pada saat itu sedang bertugas.

Tidak hanya itu, kita juga telah memanggil pihak terlapor ini untuk dimintai keterangan. Untuk penetapan tersangka sendiri, tunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan tim penyidik. Namun yang pasti, kasusnya masih berjalan,” pungkasnya. (Ndre)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya