oleh

Pjs Bupati Musnahkan Barang Bukti Narkotika Golongan I Hasil Sitaan BNNK Musi Rawas

-Kriminal-23 views

MusiRawas|PencanangNews.co.id– Di Halaman Kantor Bupati Musi Rawas, Selasa lalu (27/10/2020), Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Musi Rawas Ahmad Rizali ikut berpartisipasi memusnahan barang bukti narkotika golongan I jenis sabu bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Musi Rawas.
Bersama Sekretaris Daerah, Prokopim dan Penasihat Hukum.

Kepala BNNK Musi Rawas Hendra Amoer menyampaikan jika 2 (dua) tersangka yang diduga sebagai kurir bernama Andre Giopano bin Mukhtar dan Elfin Heryadi bin Zubir (Alm) yang mengendarai mobil toyota inova warna putih Nopol B 2274, kedapatan membawa 2 (dua) bungkus narkotika jenis sabu dengan berat bruto 2.109 gram, tertangkap di Jalan Simpang Semambang, Desa Lubuk Rumbai, Kec. Tuah Negeri, Kab. Musi Rawas.

Dari penangkapan itu, tersangka mengaku diperintah oleh Pasangan Suami Istri (Pasutri) Edi bin Sairin dan Dial Sasmita binti Tamrin yang diduga sebagai bandar narkoba. Pada tanggal 13 Oktober 2020, BNNK Musi Rawas bekerjasama dengan BNNK Lubuklinggau menangkap Pasutri tersebut dikediaman rumahnya di Kelurahan Surulangan Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara. Tersangka mengaku apabila sebenarnya terdapat sebanyak 5 (lima) kilogram sabu dan 6.000 butir ekstasi, dimana sebelumnya sudah diantarkan ke daerah Jambi sebanyak 1 kilogram sabu dan 2.000 butir ekstasi, sedangkan 2 kilogram sabu dan 4.000 butir ekstasi diduga telah beredah ditengah masyarakat dan tentunya harus kita waspadai bersama.

Barang bukti yang dimusnahkan saat ini, merupakan narkotika jenis sabu seberat bruto 2.109 gram. Dengan rincian berat, 1,97 gram untuk uji lab, 10 gram untuk kepentingan pembuktian di persidangan, dan 1988,39 gram untuk dimusnahkan.

Kepala BNNK Musi Rawas menambahkan, pasal yang disangkakan kepada tersangka yaitu Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 tentang narkotika, pelaku terancam pidana mati, hukuman seumur hidup, atau pidana paling singkat yaitu 6 tahun penjara dan paling lama 20 tahun. (Mahmud)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya