oleh

Seorang Pelaku Pengelapan Dana Umroh Diamankan Satreskrim Polrestabes Palembang

-Kriminal-26 views

PALEMBANG|PencanangNews.co.id – Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polrestabes Palembang mengamankan satu pelaku penggelapan uang jamaah umroh.

Tersangka adalah Sukiyanto Pangestu. Dia menjabat sebagai Kepala Cabang Palembang PT Macro Tour and Travel yang beralamat di Jalan RA Abusamah, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra melalui Kasat Reskrim Kompol Tri Wahyudi didampingi Kanit Pidsus AKP Iwan Gunawan mengatakan, penangkapan pelaku bermula dari pihak laporan pihak perusahaan.

“Bermula dari laporan pihak perusahaan travel umroh. Kita dalami dan menangkap pelaku yang memang menggelapkan uang perusahaan dan ada sekitar 73 jamaah yang sudah mendaftarkan umroh melalui dia tetapi tidak diberangkatkan,” katanya.

Dia menjelaskan, uang perusahaan yang tidak oleh pelaku sekitar Rp400 juta dan uang jamaah sekitar Rp1,4 miliar.

“Kita mengimbau masyarakat atau korban yang lain, silahkan menghubungi Unit Pidsus Satreskrim Polrestabes Palembang untuk kami lakukan pendataan. Karena kami tidak punya data 73 jamaah tersebut. Data kami hanya dari perusahaan,” ungkapnya.

Masih dikatakan Tri, pihaknya masih melakukan pengembangan dan pemeriksaan apakah ada keterkaitan tersangka lainnya. Pelaku yang ditangkap merupakan Kepala Cabang Palembang PT Macro Tour and Travel.

“Pelaku melakukan aksinya dari bulan November 2018 hingga Maret 2020. Pelaku kita jerat Pasal 374 KUHP dengan ancaman pidana lima tahun penjara,” pungkasnya.

Sementara itu ditempat terpisah,tersangka Suki saat dikonfirmasi mengatakan bahwa ini efek domino, dari perusahan yang sebelumnya,sehingga ia ambil alih pimpinan.

” Sebenarnya ini efek domino karena pada saat itu terjadi covid, dari sana (mekkah) tutup akhirnya terjadilah kesalahan kesalahan seperti ini karena gagal berangkat,saya bertanggungjawab dan saya pun membuka perusahaan baru”ungkapnya.

Saya berhasil,lanjut Suki memberangkatkan jamaah haji dan umroh lainnya disitu saya selipkan 4 orang yang sebelumnya belum bisa berangkat (di PT tempat dia bekerja sebelumnya).

” Tapi untuk berapa kerugian dan berapa jumlah yang belum saya berangkatkan saya tidak bawa data,sebenarnya dana dari PT SBL tempat saya bekerja saya alihkan dengan menyelipkan jemaah yang belum berangkat sekitar 2-4 orang”kilanya. (Ndre)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya