oleh

Tertutup Material Banjir dan Longsor, 25 Hektar Sawah Warga Tak Bisa Digarap

-Sumsel-19 views

MUARA ENIM|PENCANANGNews.Co.Id– Sekitar 25 bidang sawah di daerah Paoh Ijang Ulu Desa Segamit Kecamatan SDU Kabupaten Muara Enim, tidak bisa digarap karena putusnya aliran Irigasi akibat alam tanah longsor disertai banjir bandang beberapa bulan yang lalu.

Tampak saluran irigasi siring yang putus diperkirakan panjangnya lebih kurang 100 meter dan kedalaman 50 meter.

Di area sawah irigasi Paoh Ijang Ulu yang mempunyai sumber mata air dari pegunungan Desa Segamit. Dampak dari putusnya saluran siring irigasi tersebut dipastikan para petani tidak bisa menggarap sawahnya untuk beberapa bulan ke depan sebelum adanya bantuan dari pemerintah kabupaten Muara Enim atau Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Untuk memperbaiki saluran siring irigasi tersebut.

Karman (45) ketua Ataran Paoh Ijang Ulu, saat di lokasi titik awal bencana longsoran menuturkan

“Akibat curah hujan tinggi beberapa bulan yang lalu terjadilah longsor dan banjir bandang dampaknya memutuskan saluran irigasi ataran sawah paoh ijang ulu ini, dan beberapa saluran irigasi di desa tetangga, desa Siring Agung, harapan kami sebagai petani sawah pemakai air irigasi, kepada pemerintah Kabupaten Muara Enim dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan agar segera memperbaiki saluran irigasi Paoh Ijang ini supaya sawah kami bisa dialiri air lagi dan bisa di bajak, bapak-bapak bisa lihat sendiri kalau seperti ini bagaimana kami bisa mengarap sawah bisa-bisa perekonomian kami juga terancam kalau tidak di perbaiki segera pak,” harap Karman.

Sementara menurut keterangan Sektaris Komisi Irigasi di wilayah Semende, Area Refli Antoni, SH menjelaskan.Akibat bencana alam banjir dan longsor banyak persawahan warga yang tidak bisa diolah lagi karena minimnya aliran air.

“Akibat adanya bencana alam longsor dan banjir bandang beberapa bulan lalu, beberapa ataran sawah di wilayah Segamit dan Siring Agung SDU rusak parah termasuk siring ataran Paoh Ijang ini sehingga mengakibatkan petani tidak dapat mengarap sawah untuk beberapa bulan kedepan, para petani diharapkan bisa bersabar, akan segera kami laporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kabupaten Muara Enim, mudah-mudahan cepat ditanggapi lalu diperbaiki,” Jelasnya. (Hijas)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya