oleh

Tokoh Muda Sumsel Sikapi KLB Partai Demokrat, Yan Coga: Jangan Saling Gigit.!

-Politik-55 views

PALEMBANG|PencanangNews.co.id – Indonesia seolah berhenti berputar menyaksikan pemberitaan seputar kisruh di tubuh Partai Demokrat dengan adanya Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021).

Menarik memang karena KLB Demokrat ini digagas oleh para kader Demokrat yang dulunya loyalis nya SBY, selaku founder sekaligus ikon nya Partai berlambang Merci tersebut.

Dilain kesempatan KLB Deli Serdang ini dinyatakan abal-abal oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku Ketua Umum Partai Demokrat yang masih sah sesuai AD ART yang berlaku.

Mengamati gejolak ini, Yan Coga, Tokoh Muda Sumsel yang juga Sekjen GM FKPPI dan Eks Ketua FORBES KNPI Sumsel mengomentari,

“Ternyata ngopi-ngopi nya (Moeldoko,red) itu dulu benar hari ini membuat orang lain grogi.

Tanpa tendensius ke pihak manapun, saat ini kita sedang dipertontonkan oleh sesuatu hal yang memberikan kita banyak pelajaran, terutama bagi generasi penerus bangsa.

Jangan sampai ada kesan Homo Homini Lupus terjadi di negeri kita tercinta. Manusia saling gigit karena arogansi dan kepentingannya.

Tentu masing-masing kubu pendukung KLB dan pendukung Ketum Demokrat AHY memiliki argumentasi masing-masing. Jika dilihat dari Anggaran Dasar Partai Demokrat pasal 100 ayat 3 huruf (b) membuka ruang untuk KLB dengan prasyarat 2/3 dari jumlah Dewan Pimpinan Daerah dan 1/2 dari jumlah Dewan Pimpinan Cabang. Tentu saja kubu yang mendorong KLB sudah melakukan pemetaan kekuatan, sehingga jika prasyarat yang di maksud kuorum maka KLB bisa dikatakan sah dan memiliki kekuatan.

Namun, sangat disayangkan juga hal ini bisa terjadi ditengah banyak hal permasalahan bangsa dan negara yang mesti lebih diperhatikan, seperti penanganan Covid-19 secara tuntas, pembangunan ekonomi, Kepemudaan, peningkatan kualitas SDM dan deretan hal yang lebih urgent lainnya.

Terlebih Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat versi KLB yang saat ini sebagai Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) dan pernah besar bersama SBY.

Lihatlah saat ini KNPI didiamkan, Partai sudah banyak terpecah-pecah, korupsi berkarat, orang-orang hebat dan pejabat banyak yang tidak jadi panutan. Sehingga kita kehilangan figur yang seharusnya menjadi teladan.”

Sementara itu Abdul Gopar, Aktivis Muda Sumsel mengajak, “Apapun situasi dan kondisinya terutama ditengah pandemi Covid-19 ini kita ditantang untuk semakin kuat Merajut Persaudaraan!

Jangan sampai kita hanya sibuk dengan hal semacam ini, sementara banyak bangsa lain sudah terbang ke Bulan.“

Ditambahkan juga oleh M.Hadi, Ketua Kawan Millenial (KM) Sumsel menambahkan,
“Generasi Millenial butuh sajian pola kepemimpinan yang berkualitas.

Pemerintah harus menjadi kumpulan orang yang benar-benar sibuk untuk kepentingan masa depan bangsa dan negara.” (D1/ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya