oleh

Tolak Paham Radikalisme di Pemerintahan dan Masyarakat

-Sumsel-43 views

PALEMBANG|PENCANANGNEWS.CO.ID
Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Selatan menggelar pengajian sekaligus peresmian Mushola An-Nur. Dihadiri Ketua Forum Komunikasi Ulama dan Umara Provinsi Sumatera Selatan serta staf khusus bidang keagamaan KH Amiruddin Nahrawi MPdl, Kabag Kesra Provinsi Sumatera Selatan H M Sunarto didampingi Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Selatan Septifitri.

Selain pengajian dan peresmian Mushola, juga mengulas tentang paham radikalisme yang tidak boleh tumbuh dilingkungan Pemerintah dan masyarakat. Jika paham ini berkembang maka negara ini akan kacau seperti di Wilayah timur Asia.

Hal tersebut disampaikan Ketua Forum Komunikasi Ulama dan Umara Provinsi Sumatera Selatan serta staf khusus bidang keagamaan KH Amiruddin Nahrawi MPdl bersamaan dengan peresmian Mushola An-Nur di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumsel, Kamis (17/9/2020).

“Paham radikalisme jangan sampai masuk, khususnya disini. Jika ada hendaknya segera dilaporkan dan diberikan tindakan pencegahan. Paham dan aliran di Indonesia yang benar hanya Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, dimana cukup mewakili semua lapisan masyarakat. Kita tidak ingin paham tersebut menjadi kehancuran baik di Pemerintahan dan masyarakat,” ujar Cah Amir sapaan akrabnya.

Ditempat yang sama Kabag Kesra Provinsi Sumatera Selatan H M Sunarto mengimbau semua pegawai untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Kita berharap agar semua staf di lingkungan Dinas ini bisa memanfaatkan musholla ini dengan baik, serta diisi dengan berbagai kegiatan-kegiatan yang tentunya mengarah kepada kebaikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Selatan Septifitri mengatakan, untuk lebih selektif dalam mengadakan kegiatan di Mushola ini. Setiap akan mengadakan kegiatan, pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Kita tidak ingin paham radikalisme menyusup kesini, setiap akan mengadakan kegiatan akan selalu selektif, termasuk untuk penceramah akan diambil dari yang terpercaya,” pungkasnya.
(Hanny)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya