oleh

Usai Ditangkap Massa dan TNI, Dua Pelaku Jambret Digiring ke Polrestabes Palembang

-Kriminal-15 views

PALEMBANG|PencanangNews.co.id—Usai ditangkap massa dua pelaku jambret di jalan Jendral Ahmad Yani, tepatnya di depan RM Sederhana Kelurahan 9/10 Ulu Kecamatan Jakabaring Palembang, pada Sabtu (27/2/2021) siang diamankan oleh anggota TNI dan diserahkan ke pihak kepolisian Polrestabes Palembang.

Kedua pelaku bernama Robert (22), dan Agung (20), warga Kelurahan Silaberanti Kecamatan Jakabaring Palembang.

Diketahui, kedua pelaku sudah menjambret satu unit Handphone merk Xiaomi Redmi 4, milik korbannya bernama Rita Triana (16) warga jalan KH Azhari lorong Tangga Panjang II Kelurahan 9/10 Ulu Kecamatan Jakabaring Palembang.

Menurut keterangan korban, yang menyerahkan kedua pelaku ke Polrestabes Palembang bersama warga, saat membuat laporan kepolisian, mengatakan bahwa kejadian berawal ketika dirinya dan satu temannya berjalan kaki di tempat kejadian hendak pulang kerumah usai mengambil berkas ujian sekolah.

Namun, disaat berjalan kaki tiba-tiba datang dari arah belakang, pelaku Agung langsung merampas satu unit Handphone milik korban yang saat itu sedang dipegangnya.

“Pelaku Agung ini langsung kabur dan naik sepeda motor bersama temannya yang sudah menunggu,” ungkap Rita Triana.

Ketika kedua pelaku jambret tersebut kabur, lanjut korban, dirinya langsung berteriak meminta tolong, sehingga warga sekitar dan salah satu anggota TNI yang mendengar langsung melakukan pengejaran.

“Kedua pelaku berhasil diamankan oleh bapak TNI dari Babinsa, tapi saya tidak tahu namanya siapa, karena begitu diamankan olehnya, bapak TNI itu langsung pergi bertugas kembali. Jadi saya minta bantu warga sekitar untuk menyerahkan kedua pelaku ini ke polisi,” bebernya.

Sedangkan pelaku Agung, ketika ditemui di Polrestabes Palembang, mengaku dirinya melakukan aksi jambret, untuk membayar kontrakan rumahnya.

“Saya kepepet butuh uang pak, untuk bayar kontrakan, jadi terpaksa saya menjambret mengajak Robert. Jika berhasil Handphone itu langsung kami jual, uangnya kami bagi dua, uang bagian saya rencana untuk bayar kontrakan, tapi kami keburu tertangkap oleh anggota TNI dan warga,” tutupnya, menyesal.PALEMBANG,–Usai ditangkap massa dua pelaku jambret di jalan Jendral Ahmad Yani, tepatnya di depan RM Sederhana Kelurahan 9/10 Ulu Kecamatan Jakabaring Palembang, pada Sabtu (27/2/2021) siang diamankan oleh anggota TNI dan diserahkan ke pihak kepolisian Polrestabes Palembang. Kedua pelaku bernama Robert (22), dan Agung (20), warga Kelurahan Silaberanti Kecamatan Jakabaring Palembang. Diketahui, kedua pelaku sudah menjambret satu unit Handphone merk Xiaomi Redmi 4, milik korbannya bernama Rita Triana (16) warga jalan KH Azhari lorong Tangga Panjang II Kelurahan 9/10 Ulu Kecamatan Jakabaring Palembang. Menurut keterangan korban, yang menyerahkan kedua pelaku ke Polrestabes Palembang bersama warga, saat membuat laporan kepolisian, mengatakan bahwa kejadian berawal ketika dirinya dan satu temannya berjalan kaki di tempat kejadian hendak pulang kerumah usai mengambil berkas ujian sekolah. Namun, disaat berjalan kaki tiba-tiba datang dari arah belakang, pelaku Agung langsung merampas satu unit Handphone milik korban yang saat itu sedang dipegangnya. “Pelaku Agung ini langsung kabur dan naik sepeda motor bersama temannya yang sudah menunggu,” ungkap Rita Triana. Ketika kedua pelaku jambret tersebut kabur, lanjut korban, dirinya langsung berteriak meminta tolong, sehingga warga sekitar dan salah satu anggota TNI yang mendengar langsung melakukan pengejaran. “Kedua pelaku berhasil diamankan oleh bapak TNI dari Babinsa, tapi saya tidak tahu namanya siapa, karena begitu diamankan olehnya, bapak TNI itu langsung pergi bertugas kembali. Jadi saya minta bantu warga sekitar untuk menyerahkan kedua pelaku ini ke polisi,” bebernya. Sedangkan pelaku Agung, ketika ditemui di Polrestabes Palembang, mengaku dirinya melakukan aksi jambret, untuk membayar kontrakan rumahnya. “Saya kepepet butuh uang pak, untuk bayar kontrakan, jadi terpaksa saya menjambret mengajak Robert. Jika berhasil Handphone itu langsung kami jual, uangnya kami bagi dua, uang bagian saya rencana untuk bayar kontrakan, tapi kami keburu tertangkap oleh anggota TNI dan warga,” tutupnya, menyesal.(Ndre)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya